OJK menyampaikan bahwa industri perbankan Indonesia menunjukkan daya tahan yang kuat pada 2025. Pada Juli, kredit perbankan tumbuh 7,03 persen secara tahunan dan rasio kredit bermasalah bruto tercatat 2,28 persen.
Kredit investasi tumbuh didorong kebutuhan pembiayaan sektor berorientasi ekspor, transportasi, industri, dan jasa sosial. Data tersebut menunjukkan kebutuhan modal usaha tetap menjadi penggerak penyaluran kredit.
Calon debitur tetap harus menilai kemampuan bayar sendiri. Pinjaman produktif idealnya mendukung kegiatan yang menghasilkan arus kas, sementara pinjaman konsumtif perlu disesuaikan dengan pendapatan stabil.