Dalam perkembangan sistem pembayaran pada pertengahan 2025, transaksi digital terus menjadi bagian penting aktivitas ekonomi. Bank Indonesia melaporkan pertumbuhan kuat transaksi pembayaran digital, termasuk QRIS, seiring bertambahnya pengguna dan merchant.
Digitalisasi memberi peluang bagi UMKM untuk menerima pembayaran tanpa uang tunai dan mencatat transaksi lebih rapi. Meski begitu, pedagang perlu memeriksa notifikasi pembayaran pada aplikasi atau rekening sendiri, bukan hanya mengandalkan tampilan layar pelanggan.
Konsumen juga perlu menghindari membagikan PIN dan kode OTP, menggunakan aplikasi resmi, serta memeriksa nama penerima sebelum mengirim dana. Bukti transfer palsu dan rekayasa sosial tetap menjadi risiko yang perlu diwaspadai.
Pertumbuhan transaksi digital akan lebih bermanfaat jika dibarengi keamanan siber, literasi, dan layanan pengaduan yang mudah diakses.